Ads 468x60px

Labels

08 January 2015

Review Liquid Manhattan Premium Blend - Classic Coke

Apa yang anda rasakan saat melihat dan mendengar liquid 'coke atau cola' pertama kalinya? Kesegarannya atau sensasinya manisnya minuman bersoda? Atau memang sudah terbiasa dengan rasanya?

Sebagai pengguna Personal Vaporizer yang masih pemula, mencoba beraneka varian liquid memang sangat seru. Selain mendapatkan pengalaman pribadi, juga bisa berbagi informasi kepada sesama pengguna PV yang lainnya.

2 botol liquid yang saya import dari Surabaya, memberikan kebanggan tersendiri saat menggunakannya. Mengingat produknya yang belum ramai dipasarkan di kota Jakarta (domisili penulis saat ini), seolah-olah menjadi user PV pertama yang merasakannya. 



Usai merasakan liquid Manhattan Premium Blend rasa Chivere dan mereview-nya, tak sabar ingin segera menikmati botol ke dua yang memiliki rasa Classic Coke.

Sebelum membuka plastik pembungkusnya, tercium aroma seperti rempah-rempah kayu manis daripada aroma coke. Walau tidak sekuat dengan botol sebelumnya (Chivere), namun cukup menyegarkan di hidung karena senang dengan aroma rempah-rempah asli Indonesia.

Begitu plastik dan tutup botol pipetnya dibuka, aroma coke baru terpancar dan hidung bisa menciumnya dengan jelas. Segera menutupnya lagi dan mengocoknya perlahan, juga tak ada buih seperti botol sebelumnya walau sudah tercampur dengan udara.

Seperti biasa, segera mengganti coil yang baru pada tank atlantis, agar mendapatkan rasa (flavor) secara maksimal. Mendiamkan sebentar agar semua liquid terserap secara merata di dalam tank, lalu dipasang pada mod yang khusus digunakan untuk review.

Viola..!

Saya mendapatkan sensasi dingin dan segar saat pertama kali menghisapnya, dan manis coke baru terasa saat uap air dihembuskan melalui hidung dan mulut. Perlu diketahui, rasa coke yang saya dapatkan seperti minuman soda berkarbonat yang tidak dingin. Jadinya, dalam sekejap saja, rasa coke langsung hilang bersama hembusan uap air.

Saya melakukan vaping pada malam hari dan kondisi lingkungan sekitar sedang gerimis yang belum reda sejak pagi. Kesegaran yang ditimbulkan dari liquid tersebut, sangat dingin dan terasa enak. Tanpa sadar, hidung langsung berair laksana sedang pilek padahal tidak mengalami sakit flu.

Berbeda pada saat vaping pada siang hari yang terik. Kesegarannya dan rasa coke-nya, tidak dapat bertahan lama walau masih terasa manis di lidah. Dengan terpaksa, saya harus berada di suhu ruangan yang cukup (kamar yang ada AC-nya) agar bisa menikmatinya dengan enak.

Koreksi yang dapat saya berikan melalui tulisan review ini, harga bandrol liquid Manhattan Premium Blend - Classic Coke ini jangan disetarakan dengan harga rasa Chivere. Selain sangat standar, takutnya berdampak pada pelanggan sebelumnya. 

Skala dari angka 1-10, saya memberikan angka 5.

Jika ada yang mempunyai pendapat lain, silakan berkomentar di bawah ini :)

2 komentar :

  1. Kenapa vaping menjadikan hidung berair?adakah itu bahaya?

    ReplyDelete
  2. Kenapa vaping menjadikan hidung berair?adakah itu bahaya?

    ReplyDelete